GORONTALO – Sepanjang tahun 2025, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan penguatan signifikan di berbagai sektor strategis kampus. Dengan mengelola 41.977 mahasiswa, UNG terus meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi negeri yang bertumbuh, bergerak maju, dan unggul melalui peningkatan mutu akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.
Jumlah mahasiswa tersebut terdiri dari mahasiswa program sarjana dan pascasarjana, mahasiswa organik, serta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sebaran mahasiswa UNG berasal dari hampir seluruh provinsi di Indonesia, bahkan dari luar negeri seperti Timor Leste, mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap UNG sebagai pusat pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia.
Dari sisi akademik, UNG saat ini mengelola 106 program studi dengan capaian akreditasi yang terus membaik, mulai dari Unggul hingga Baik Sekali. Transformasi pembelajaran juga terus didorong melalui pemanfaatan platform digital SPADA dengan total 224 mata kuliah daring, sebagai bagian dari adaptasi kampus terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Rektor UNG, Eduart Wolok, menegaskan bahwa besarnya jumlah mahasiswa menjadi tanggung jawab sekaligus kekuatan utama UNG dalam mendorong kualitas dan dampak pendidikan tinggi.
“Mengelola hampir 42 ribu mahasiswa bukan hanya soal kuantitas, tetapi bagaimana memastikan mutu layanan pendidikan terus meningkat. Tahun 2025 menjadi momentum bagi UNG untuk terus tumbuh, bergerak, dan unggul melalui kerja bersama seluruh sivitas akademika,” ujar Eduart Wolok.
Di bidang riset, UNG mencatat pendanaan penelitian tahun 2025 mencapai lebih dari Rp9,9 miliar dengan 321 judul penelitian yang didanai melalui berbagai skema nasional. Capaian ini turut diperkuat dengan meningkatnya publikasi ilmiah serta indeks sitasi dosen UNG di tingkat nasional dan internasional.
Sementara itu, pengabdian kepada masyarakat juga mengalami peningkatan dengan 256 judul kegiatan, termasuk pengabdian berbasis KKN tematik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. Program-program tersebut menjadi wujud kehadiran UNG sebagai kampus yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berdampak sosial.
UNG juga aktif memperluas jejaring kerja sama melalui ratusan dokumen MoU, IA, dan PKS dengan mitra pemerintah, dunia usaha, dan lembaga internasional. Berbagai penghargaan di tingkat nasional turut diraih sepanjang 2025 sebagai pengakuan atas kinerja institusi, tata kelola, serta komitmen terhadap keterbukaan informasi publik.
Lebih lanjut, Rektor UNG menegaskan arah pengembangan kampus ke depan akan tetap berfokus pada kualitas dan keberlanjutan.
“Orientasi kami bukan sekadar capaian angka, tetapi bagaimana pendidikan, riset, dan pengabdian UNG benar-benar memberi manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan nasional,” tambahnya.
Dengan capaian tersebut, UNG optimistis melangkah ke tahun berikutnya sebagai perguruan tinggi negeri yang adaptif, inklusif, dan konsisten menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pengelolaan puluhan ribu mahasiswa yang menjadi aset masa depan bangsa. (Wan)