Gorontalo — Komisaris Bank SulutGo (BSG) yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum BPD HIPMI Gorontalo, Rania Riris Ismail, memberikan materi inspiratif dalam kegiatan HIPMI Entrepreneur Talk yang diikuti para pelaku usaha muda di Gorontalo.
Dalam pemaparannya, Rania menekankan pentingnya komitmen sebagai langkah awal dalam membangun bisnis. Ia mengapresiasi peserta yang hadir tepat waktu, bahkan memberikan perhatian khusus kepada peserta yang datang lebih awal sebagai bentuk penghargaan atas disiplin dan keseriusan mereka dalam mengikuti kegiatan.
Menurutnya, komitmen tidak hanya soal niat, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mengelola waktu dan konsistensi dalam menjalankan usaha. “Kalau dari awal saja manajemen waktu kita tidak tertata dengan baik, akan sulit untuk berkembang. Seorang pelaku bisnis itu bahkan 24 jam terasa kurang jika benar-benar serius menjalankan usahanya,” ujar Rania.
Ia juga mengajak peserta untuk memahami perubahan pola bisnis di era digital saat ini. Jika sebelumnya usaha identik dengan kebutuhan modal besar dan lokasi strategis, kini peluang terbuka lebar melalui pemanfaatan teknologi. Tanpa harus memiliki toko fisik, seseorang sudah bisa memulai bisnis dengan memaksimalkan platform digital.
Selain itu, Rania menyoroti pentingnya mindset dalam berwirausaha. Ia membedakan antara fixed mindset dan growth mindset, di mana pelaku bisnis dituntut untuk tidak hanya berhenti pada ide, tetapi harus berani mengeksekusi. “Pelaku bisnis bukan hanya konseptor, tapi harus menjadi eksekutor. Ide tanpa action itu tidak akan menghasilkan apa-apa,” tegasnya.
Dalam materi tersebut, ia juga mengingatkan bahwa ide bisnis harus relevan dengan kondisi daerah, khususnya Gorontalo. Ia mencontohkan bahwa tidak semua ide yang terlihat menarik akan sesuai dengan kebutuhan pasar lokal. Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk memahami karakteristik pasar sebelum memulai bisnis.
Lebih lanjut, Rania berbagi pengalaman pribadinya saat memulai usaha di Gorontalo tanpa melakukan riset yang matang, yang akhirnya menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya validasi ide dan pemahaman pasar.
Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya karakter dalam membangun bisnis jangka panjang. Menurutnya, integritas, kejujuran, dan pelayanan yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan pelanggan. “Bisnis yang bertahan bukan hanya karena produknya bagus, tapi karena pelakunya punya karakter yang kuat dan bisa dipercaya,” ungkapnya.
Kegiatan HIPMI Entrepreneur Talk ini menjadi wadah bagi para pelaku usaha muda untuk mendapatkan wawasan dan motivasi dalam mengembangkan bisnis mereka, sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di Gorontalo. (Wan)