Go-Pena Baner

Tuesday, 21 April, 2026

RS Aloei Saboe Genap 1 Abad, Siap Jadi Rumah Sakit Pendidikan dan Pusat Unggulan

Responsive image
Sekda Ismail Madjid melepas kegiatan Jalan sehat yang dilaksanakan oleh RSAS Kota Gorontalo.

PEMKOT - Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo resmi memasuki usia satu abad. Momentum bersejarah ini ditandai dengan pembukaan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-100 yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, mewakili Wali Kota Gorontalo, Ahad (19/4/2026).

Dalam sambutannya, Ismail merefleksikan perjalanan panjang RSAS yang dimulai dari balai pengobatan sederhana pada tahun 1926, hingga kini berkembang menjadi rumah sakit rujukan utama di Provinsi Gorontalo dan kawasan Teluk Tomini.

Ia menegaskan bahwa eksistensi RSAS selama satu abad tidak terlepas dari nilai historis dan dedikasi para pendirinya. Semangat pengabdian tenaga medis di masa lalu, menurutnya, harus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini.

“Ini menjadi inspirasi bagi kita. Jika dahulu dengan segala keterbatasan mampu memberikan manfaat besar, maka hari ini, dengan fasilitas yang jauh lebih modern, pelayanan kita harus jauh lebih prima,” ujar Ismail.

Memasuki era modern, ia juga menyoroti tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tuntutan digitalisasi layanan hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat. Dengan pendapatan yang telah melampaui Rp200 miliar dan pengelolaan berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSAS dituntut lebih responsif dalam pengelolaan sarana dan prasarana.

“Kita tidak boleh lagi mendengar keluhan klasik seperti AC rusak atau pelayanan lambat. Masyarakat kini sangat kritis, sedikit celah saja bisa viral di media sosial,” tegasnya.

Selain aspek infrastruktur, Ismail turut menekankan pentingnya nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan. Ia mengingatkan bahwa keramahan dan ketulusan adalah fondasi utama rumah sakit yang berkualitas.

“Rumah sakit yang hebat bukan hanya karena gedungnya, tetapi karena manusianya. Saya meminta tim kode etik terus mengoptimalkan perannya agar persoalan pribadi tidak memengaruhi pelayanan kepada pasien,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Ismail memaparkan visi besar RSAS untuk berkembang menjadi rumah sakit pendidikan sekaligus pusat keunggulan di kawasan Teluk Tomini, mencakup wilayah Sulawesi Utara hingga Sulawesi Tengah.

Menurutnya, langkah ini penting untuk menjawab tantangan ke depan, termasuk potensi hadirnya rumah sakit pendidikan dari Universitas Negeri Gorontalo.

“Kita harus siap bersaing dengan meningkatkan kualitas layanan dan sistem digital. Jadikan semangat ‘Sehat Bersama, Bersih Melayani’ sebagai komitmen menghadirkan pelayanan yang cepat, ramah, dan manusiawi,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan HUT ke-100 RSAS pun resmi dicanangkan, dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat Kota Gorontalo.

Berdiri sejak 1926, RSAS telah bertransformasi dari fasilitas kesehatan sederhana di masa kolonial menjadi rumah sakit rujukan modern berbasis BLUD yang terus berinovasi menuju pelayanan kesehatan digital. (*)


Share