Go-Pena Baner

Thursday, 23 April, 2026

Cegah Masalah di Masa Depan, Sekda Sugondo Beri Catatan Kritis Terkait Draf SPAM Regional

Responsive image
Sekda Kabupaten Gorontalo - Sugondo Makmur

PEMKAB - Rencana besar penyediaan air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Gorontalo Raya kini memasuki babak krusial. Dalam rapat finalisasi draf Nota Kesepakatan yang digelar di Aston Hotel Gorontalo, Rabu (22/4/2026), Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, memberikan catatan kritis sekaligus strategis agar proyek ini tidak menyisakan persoalan di masa depan.

Rapat yang dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro, ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian terkait hingga jajaran direksi Perumda Air Minum se-Gorontalo Raya. Namun, sorotan utama tertuju pada peringatan yang disampaikan oleh Sugondo Makmur mengenai tata kelola dan keberlanjutan operasional SPAM.

Bagi Sekda Sugondo, keberhasilan SPAM Regional tidak hanya terletak pada rampungnya infrastruktur fisik, melainkan pada kesiapan lembaga yang akan menjalankannya. Ia menekankan bahwa aspek kelembagaan harus menjadi prioritas utama dalam draf nota kesepakatan tersebut.

"Hal utama yang perlu menjadi perhatian adalah kejelasan kelembagaan pengelola. Harus dipastikan siapa yang bertanggung jawab dalam pengelolaan SPAM regional ini, apakah melalui unit tertentu atau lembaga khusus," tegas Sugondo di hadapan para peserta rapat.

Menurutnya, tanpa kepastian siapa yang menjadi "nakhoda" dalam pengelolaan layanan air minum lintas wilayah ini, potensi konflik kewenangan dan persoalan hukum di kemudian hari sangat besar. Ketegasan ini diperlukan agar standar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga dan akuntabel.

Selain soal lembaga, Sekda Sugondo juga menyoroti aspek ekonomi proyek. Ia secara jeli mengingatkan bahwa dukungan pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur jangan dicampuradukkan begitu saja dengan pembicaraan tarif di tingkat bisnis.

Sekda Sugondo mengusulkan agar kesepakatan tahap awal ini difokuskan pada komitmen penyediaan lahan dan jaringan. Sementara itu, urusan "dapur" bisnis harus memiliki ruang pembahasan tersendiri.

“Kesepakatan yang dibangun dalam tahap ini sebaiknya difokuskan pada dukungan terhadap pembangunan infrastruktur. Sementara untuk aspek bisnis, termasuk tarif dan kerja sama operasional, perlu dibahas secara terpisah antara pengelola SPAM regional dan masing-masing PDAM,” jelasnya.

Pemisahan ini, menurut Sugondo, penting agar penetapan tarif nantinya bisa dihitung secara presisi dan profesional antara penyedia SPAM regional dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di tiap wilayah, tanpa menghambat proses percepatan pembangunan fisik yang sedang dikejar.

Proyek SPAM Regional Gorontalo Raya merupakan langkah strategis untuk menyatukan komitmen Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Dengan masukan substansial dari Sekda Sugondo, draf nota kesepakatan ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen formalitas, tetapi menjadi fondasi kuat bagi kerja sama yang berkelanjutan. Tujuannya satu: memastikan masyarakat di Provinsi Gorontalo dapat menikmati akses air bersih yang stabil, terjangkau, dan dikelola dengan manajemen yang sehat. (*)


Share