Go-Pena Baner

Sunday, 21 June, 2026

Gubernur Gusnar Ismail Sambut Bupati Simalungun Sumut dengan Adat Mopotilolo di Bandara Djalaluddin

Responsive image
T Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat menyambut kedatangan bupati Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (19/06/2026).

GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyambut langsung kedatangan Bupati Simalungun, Sumatera Utara, Dr. H. Anton Achmad Saragih bersama rombongan di Ruang VIP Pemerintah Provinsi Gorontalo, Bandara Djalaluddin, Jumat (19/6/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Simalungun tersebut dalam rangka menghadiri Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVIII yang digelar di Gorontalo.
Setibanya di Bumi Serambi Madinah, Bupati Simalungun beserta rombongan langsung disambut dengan prosesi adat kebesaran Gorontalo, Mopotilolo. Tradisi adat turun-temurun ini merupakan bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan yang pertama kali menginjakkan kaki di Provinsi Gorontalo.
Dalam kesempatan tersebut, Gusnar Ismail menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bupati Simalungun dan seluruh jajaran kontingen. Ia berharap kehadiran para peserta dari berbagai daerah dapat semakin mempererat hubungan antardaerah sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan sektor pertanian dan perikanan.
“Selamat datang di Gorontalo kepada Bupati Simalungun beserta rombongan. Kami berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi bagian dari agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, bertukar pengalaman, serta berbagi inovasi dalam memajukan sektor pertanian, perikanan, dan pembangunan pedesaan,” ujar Gusnar.
Kehadiran Dr. H. Anton Achmad Saragih merupakan bagian dari kontingen besar Provinsi Sumatera Utara yang akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PENAS Petani dan Nelayan XVIII. Kegiatan nasional tersebut dipusatkan di Kabupaten Gorontalo dan dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026.
Melalui ajang ini, para petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, hingga kepala daerah dari seluruh Indonesia diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama, bertukar pengetahuan, serta mendorong terwujudnya kedaulatan pangan dan kemajuan ekonomi berbasis pedesaan.
PENAS XVIII menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun sektor pertanian dan perikanan yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan. (Fikri) 


Share