GORONTALO – Yayasan Cahaya Qur'ani Salimah Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Tasyakuran dan Syahadah Al-Qur'an yang dirangkaikan dengan pelepasan siswa Taman Kanak-Kanak Besar (TKB) di Ballroom Mufidah Gorontalo, Sabtu (20/06/2026).
Ketua Yayasan Cahaya Qur'ani Salimah Provinsi Gorontalo, Dr. Novianita Achmad, M.Si.,dalam sambutannya menegaskan bahwa penanaman nilai-nilai Al-Qur'an sejak usia dini menjadi salah satu keunggulan utama yang terus dikembangkan oleh Rumah Balita dan Taman Anak (Rubata) Salimah.

Menurutnya, kegiatan tasyakuran dan syahadah ini merupakan bentuk rasa syukur atas proses pendidikan yang telah dilalui para peserta didik selama satu tahun ajaran, sekaligus menjadi ajang apresiasi terhadap capaian pembelajaran dan hafalan Al-Qur'an para siswa.
"Rubata Salimah berkomitmen mencetak generasi Qur'ani sejak usia dini. Kami tidak hanya mengajarkan kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan akhlak, adab, dan kecintaan kepada Al-Qur'an sebagai bekal kehidupan mereka di masa depan," ujar Novianita.
Ia menambahkan, pendidikan berbasis Al-Qur'an yang diterapkan di Rubata Salimah diharapkan mampu membentuk karakter anak yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 79 peserta didik dan santri menerima syahadah Al-Qur'an, terdiri dari 6 siswa Kelompok Bermain (KB), 34 siswa Taman Kanak-Kanak (TK), 11 siswa Sekolah Dasar (SD), dan 28 santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ).
Selain prosesi syahadah, sebanyak 18 siswa TKB juga mengikuti pelepasan dan dinyatakan lulus dari jenjang pendidikan taman kanak-kanak.
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh haru dengan berbagai penampilan terbaik dari para siswa. Mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur'an, hafalan surah dan hadis, hingga persembahan lagu bertema kemanusiaan untuk Palestina yang mendapat apresiasi dan tepuk tangan dari para tamu undangan.

Penampilan tersebut menjadi bukti hasil pembinaan yang dilakukan Rubata Salimah selama satu tahun ajaran, tidak hanya dalam aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga dalam menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial pada anak-anak sejak usia dini.
Dr. Novianita berharap para siswa yang menerima syahadah dapat terus menjaga semangat belajar Al-Qur'an dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai Al-Qur'an, menjadikannya pedoman hidup, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," tuturnya.
Di akhir kegiatan, pihak yayasan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para orang tua, dewan guru, panitia, donatur, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.
Kegiatan Tasyakuran dan Syahadah Al-Qur'an ini menjadi momentum penting bagi Yayasan Cahaya Qur'ani Salimah Gorontalo untuk terus memperkuat perannya dalam melahirkan generasi Qur'ani yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah. (Wan)