Go-Pena Baner

Sunday, 21 June, 2026

Melalui PENAS XVII, Gobel Tampilkan Warisan Karya untuk Pertanian dan Kesejahteraan Rakyat

Responsive image
Rachmat Gobel tampak menikmati air hangat di Pentadio Resort, yang menjadi salah satu daya tarik dari PENAS.

GORONTALO – Di tengah semarak pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Pentadio Resort, Kabupaten Gorontalo, sebuah stan pameran tampak tak pernah sepi dari pengunjung. Stan milik Gobel Group itu bukan hanya menampilkan perjalanan panjang perusahaan yang telah berusia 70 tahun, tetapi juga mengisahkan sebuah warisan pengabdian yang berakar kuat pada dunia pertanian Indonesia.
Di salah satu sudut stan, terpampang sebuah pesan sederhana namun sarat makna yang menjadi fondasi perjalanan Gobel Group hingga hari ini.
"Kami bangga orang Gorontalo berhasil membuat radio. Tapi saudara-saudaramu di kampung adalah petani. Kami akan lebih bangga jika kamu bisa membantu mereka mengolah tanah."
Kalimat itu merupakan pesan dari almarhum Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel kepada putranya. Sebuah pesan yang kemudian menjadi arah perjuangan keluarga Gobel dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.
Berangkat dari semangat tersebut, sejak tahun 1963 Gobel Group mulai menghadirkan inovasi di sektor pertanian melalui PT Paditraktor. Berbagai teknologi modern diperkenalkan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas, mulai dari traktor, mesin pengering gabah, alat penyemprot hama hingga mesin pengolah beras.
Lebih dari enam dekade berlalu, semangat pengabdian itu tetap hidup dan kini diteruskan oleh Anggota DPR RI, Rachmat Gobel.
Saat meninjau stan pameran Gobel Group di Pentadio Resort, Rachmat Gobel menegaskan bahwa pembangunan pertanian Gorontalo harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada satu komoditas.
Menurutnya, masa depan pertanian daerah harus dibangun melalui diversifikasi usaha, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Namun perhatian Gobel tidak hanya tertuju pada sektor pertanian. Ia juga meyakini bahwa kesejahteraan masyarakat harus dibangun secara menyeluruh, termasuk melalui pengembangan sektor pariwisata.
Ia mengungkapkan bahwa awalnya kehadiran berbagai kawasan wisata yang dibangun dan dikembangkan di Gorontalo berangkat dari keinginan sederhana, yakni menyediakan ruang yang nyaman bagi keluarga untuk berkumpul dan menikmati waktu bersama.
Seiring perjalanan waktu, kawasan-kawasan tersebut berkembang menjadi destinasi wisata yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
“Saya ingin kesejahteraan itu bukan hanya soal pendapatan. Tapi juga bagaimana masyarakat memiliki tempat yang baik untuk membangun keluarga yang bahagia,” ujar Rachmat Gobel.
Bagi dirinya, pertanian dan pariwisata sejatinya memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pembangunan yang berkelanjutan.
Karena itu, revitalisasi Pentadio Resort yang dilakukan menjelang pelaksanaan PENAS XVII tidak berhenti hanya sebagai persiapan menyambut kegiatan nasional tersebut. Kawasan itu diharapkan terus berkembang menjadi salah satu ikon wisata unggulan Gorontalo yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Di akhir kunjungannya, Rachmat Gobel menjelaskan bahwa tema pameran “70 Tahun Gobel Mengabdi untuk Negeri” sengaja dipusatkan di Gorontalo sebagai bentuk penghormatan kepada tanah kelahiran leluhur keluarga Gobel sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui.
Bagi Gobel, perjalanan 70 tahun itu bukan sekadar kisah tentang perusahaan yang bertahan lintas generasi. Lebih dari itu, ia adalah cerita tentang konsistensi dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Dari radio hingga sawah. Dari teknologi hingga agrowisata. Dari inovasi hingga pemberdayaan masyarakat.
Semuanya berangkat dari satu semangat yang tak pernah berubah: mengabdi untuk negeri dan menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. (*) 


Share