Gorontalo — Kelompok KKN Tematik Infrastruktur (KKN TI) di Desa Luhu, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka mengidentifikasi berbagai permasalahan, kebutuhan, serta potensi desa dalam bidang sanitasi dan persampahan.
Kegiatan FGD melibatkan unsur pemerintah desa dan masyarakat, di antaranya Kepala Desa Luhu Sartin Rakaa, Ketua BPD Nikson Yunus, Sekretaris BPD, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat Desa Luhu. Forum ini menjadi ruang bersama untuk menggali kondisi aktual pengelolaan sampah dan sanitasi sekaligus merumuskan langkah-langkah yang dapat dilakukan secara kolaboratif.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Luhu, Sartin Rakaa, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program KKN Tematik Infrastruktur, khususnya program yang berkaitan dengan pengelolaan persampahan dan sanitasi.
“Pemerintah Desa Luhu mendukung penuh program KKN Tematik Infrastruktur, terutama dalam upaya meningkatkan pengelolaan persampahan dan sanitasi di Desa Luhu. Kami berharap program ini dapat memberikan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sartin Rakaa.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Luhu, Nikson Yunus, menyambut baik pelaksanaan program KKN TI dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap program KKN Tematik Infrastruktur ini dapat berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Desa Luhu,” ungkap Nikson Yunus.
FGD ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa KKN TI untuk memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat secara langsung. Hasil identifikasi selanjutnya akan menjadi dasar dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja di bidang sanitasi dan persampahan yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat partisipasi warga, serta mendorong terciptanya lingkungan Desa Luhu yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, BPD, pemuda, dan masyarakat, program KKN Tematik Infrastruktur diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan jangka pendek, tetapi juga dapat membangun kesadaran dan praktik pengelolaan sanitasi serta persampahan yang berkelanjutan di Desa Luhu. (*)