PEMKOT - Pemerintah Kota Gorontalo menggelar aksi bersih sungai dan penanaman pohon sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Sabtu (13/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Indra menyampaikan bahwa kondisi lingkungan saat ini semakin rentan akibat dampak perubahan iklim. Ia menegaskan, pelestarian alam bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Pak Jamaluddin Kadir yang selalu hadir dan berkomitmen dalam berbagai aksi lingkungan. Kepedulian seperti inilah yang harus terus ditumbuhkan di tengah masyarakat,” ujarnya, menyebut Ketua Panitia kegiatan tersebut.
Menurut Indra, rasa syukur atas nikmat alam yang diberikan Tuhan tidak cukup hanya diucapkan secara lisan, melainkan harus diwujudkan lewat tindakan nyata. Ia mengakui bahwa upaya menjaga lingkungan yang dilakukan selama ini belum berjalan secara maksimal.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, lanjutnya, harus menjadi momen refleksi bersama. Sebab, dampak perubahan iklim sudah terasa nyata di Gorontalo, salah satunya pola cuaca yang tidak menentu. Hingga pertengahan Juni, hujan masih sering turun padahal wilayah ini seharusnya sudah memasuki musim kemarau.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mengambil pelajaran dari peristiwa banjir besar yang melanda kota ini pada Juli 2024. Kejadian itu menjadi bukti bahwa dampak perubahan iklim semakin sulit diprediksi, sehingga butuh langkah antisipasi dan kepedulian bersama.
“Perubahan iklim sudah memberikan dampak yang nyata. Karena itu, kita tidak boleh lagi menganggap persoalan lingkungan sebagai hal yang sepele,” tegasnya.
Indra menekankan, masalah lingkungan perkotaan mulai dari pengelolaan sampah, kebersihan, polusi, hingga sistem drainase tidak akan selesai jika hanya dibebankan kepada pemerintah. Untuk itu, Ia mengajak warga untuk berperan aktif dan memiliki rasa tanggung jawab bersama. (*)