Go-Pena Baner

Monday, 15 June, 2026

Dr. Arfiani Rizki Paramata Terpilih Bersama Peserta dari 25 Negara Ikuti Shanghai Summer School 2026, Perkuat Jejaring Akuakultur Dunia

Responsive image
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Arfiani Rizki Paramata

GORONTALO – Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Arfiani Rizki Paramata, kembali mendapatkan kesempatan mengikuti program internasional bergengsi di Republik Rakyat Tiongkok. Kali ini, Arfiani terpilih sebagai salah satu peserta 2026 Shanghai Summer School on Sustainable Aquaculture yang diselenggarakan oleh Shanghai Ocean University, Tiongkok.

Program yang berlangsung sepanjang Juni hingga awal Juli 2026 tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai belahan dunia, meliputi negara-negara di kawasan Asia, Eropa, Afrika, Amerika, dan Timur Tengah. Berdasarkan daftar peserta, sebanyak 23 peserta dari 25 negara dan institusi internasional terpilih mengikuti kegiatan yang berfokus pada pengembangan ilmu dan praktik akuakultur berkelanjutan.

Dalam daftar peserta, Dr. Arfiani Rizki Paramata tercatat sebagai satu-satunya perwakilan dari Universitas Negeri Gorontalo dan menjadi salah satu delegasi Indonesia yang memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh College of Fisheries and Life Sciences, Shanghai Ocean University ini menghadirkan berbagai agenda akademik dan praktik lapangan, mulai dari kuliah pakar, seminar, diskusi internasional, kunjungan lapangan ke industri akuakultur, hingga pengenalan budaya Tiongkok.

Menariknya, seluruh pembiayaan peserta ditanggung penuh melalui program beasiswa yang didukung oleh Shanghai Ocean University dan Pemerintah Kota Shanghai. Beasiswa tersebut mencakup biaya pendidikan, akomodasi, serta seluruh bahan pembelajaran selama kegiatan berlangsung.

Keikutsertaan Dr. Arfiani dalam program ini juga mendapat dukungan penuh dari Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Eduart Wolok, M.T., yang memberikan izin sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dosen melalui jejaring akademik internasional.

Bagi Arfiani, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga karena merupakan tahun kedua dirinya memperoleh kesempatan belajar dan memperluas jejaring akademik di Tiongkok.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena tahun kedua ini kembali diberikan kesempatan untuk belajar di Tiongkok melalui program beasiswa internasional. Tahun lalu saya mengikuti program yang diselenggarakan oleh Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok (MOST), dan tahun ini mendapatkan kesempatan melalui beasiswa yang didukung Pemerintah Shanghai dan Shanghai Ocean University,” ujar Arfiani.

Menurutnya, pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya wawasan akademik di bidang perikanan dan akuakultur, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dan kerja sama internasional yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Indonesia, khususnya di Provinsi Gorontalo.

Arfiani berharap ilmu, pengalaman, serta jejaring global yang diperoleh selama mengikuti Shanghai Summer School 2026 dapat menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Negeri Gorontalo.(Wawan)


Share