Go-Pena Baner

Saturday, 22 August, 2026

Di SUMO Awards, Gusnar Ismail Bicara Realitas Warga yang Luput Perhatian

Responsive image
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat memberikan sambutan dalam SUMO Awards. Kamis (20/8/2027) malam. (Foto : Fikri/Go-Pena)

Gorontalo - (Go-Pena) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengapresiasi SUMO Foundation yang dinilai konsisten mengangkat kisah perjuangan masyarakat yang selama ini luput dari perhatian publik.

Hal itu disampaikan Gusnar saat menghadiri SUMO Foundation Awards 2026 di Gedung Green Sumber Ria, Kota Gorontalo, Kamis (20/8/2026).

Menurut Gusnar, penghargaan yang diberikan SUMO Foundation bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi cara untuk memperlihatkan kondisi nyata masyarakat di tingkat bawah yang membutuhkan perhatian pemerintah.

“Melalui kegiatan ini kita dibawa pada realitas kehidupan saat ini, yang sedikit kurang mendapat perhatian penuh pemerintah. Terima kasih SUMO Foundation yang sudah memotret langsung realita yang memerlukan perhatian kita, pemerintah. Semoga ini membawa Gorontalo lebih baik ke depan,” ujar Gusnar.

Gusnar menilai keberadaan kegiatan seperti SUMO Foundation Awards penting karena pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kebijakan pemerintah, tetapi juga kepedulian dan kontribusi masyarakat.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para penerima penghargaan yang dinilai telah memberikan pengabdian nyata di lingkungan masing-masing.

SUMO Foundation Awards 2026 merupakan edisi ketujuh yang memberikan penghargaan kepada 10 tokoh Gorontalo. Mereka terdiri atas tiga mahasiswa pejuang, satu siswa kreatif, dan enam tokoh desa.

Gusnar hadir bersama Pembina SUMO Foundation Suharso Monoarfa, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ajang penghargaan tersebut telah berlangsung sejak 2008 dan konsisten berkolaborasi dengan Elnino Center. Hingga pelaksanaan 2026, sebanyak 116 tokoh dan pejuang daerah tercatat telah menerima penghargaan.

Sementara itu, Suharso Monoarfa mengatakan SUMO Foundation Awards diberikan untuk mengapresiasi para “pejuang sunyi” yang bekerja dan mengabdi kepada masyarakat tanpa mengejar popularitas.

Menurut Suharso, masih banyak masyarakat Gorontalo yang memiliki kepedulian dan semangat pengabdian, tetapi tidak selalu mendapatkan sorotan.

“Di Gorontalo masih banyak yang punya hati dan pengabdian tanpa memerlukan tepuk tangan; mereka berjuang dalam sepi,” tutur Suharso.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah. Keterbatasan anggaran pemerintah, kata dia, membuat pembangunan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Banyak pekerjaan rumah yang perlu kita selesaikan sendiri, tidak saja pemerintah tapi kita semua. Apa yang kita lakukan saat ini adalah kerja bersama untuk mengangkat prestasi masyarakat Gorontalo yang hebat-hebat,” tegasnya.

Sebagai bentuk penghargaan, masing-masing dari 10 penerima SUMO Foundation Awards 2026 memperoleh dana apresiasi sebesar Rp25 juta.

Penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, tetapi turut menjadi pemantik bagi masyarakat lainnya untuk terus berkontribusi dan mengabdi bagi kemajuan Gorontalo.


Share