HANGZHOU, Tiongkok — Abdul Pakaya, putra Gorontalo yang terlibat dalam pengembangan bisnis Wirabot Malaysia, menjajaki peluang menghadirkan solusi robotik untuk kebutuhan industri di Indonesia. Langkah tersebut menjadi fokus kehadirannya dalam acara World Physical AI 2026 & Unitree Partner Ecosystem Conference di Hangzhou, Tiongkok, pada 22 Oktober 2026.
Mengusung tema “Decade Forward, Grow Together”, acara tersebut menandai perjalanan satu dekade Unitree sekaligus menampilkan perkembangan teknologi robotik dan penerapannya. Berbagai demonstrasi memperlihatkan penggunaan robot humanoid dan robot berkaki empat, termasuk solusi untuk inspeksi serta pemantauan lingkungan industri.

Bagi Abdul, perkembangan ini membuka peluang untuk menghubungkan teknologi robotik dengan kebutuhan industri Indonesia, khususnya sektor pertambangan dan kegiatan operasional yang membutuhkan peningkatan efisiensi serta keselamatan kerja.
Melalui Wirabot Malaysia, tempatnya berkarya, Abdul ingin mendorong pengembangan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di Indonesia. Arah pengembangannya mencakup integrasi robot untuk membantu inspeksi fasilitas, pemantauan area operasional, serta pekerjaan di lingkungan yang berpotensi berisiko bagi manusia.
Wirabot merupakan perusahaan berbasis di Malaysia yang bergerak dalam solusi robotik dan menjadi bagian dari GSI Group, kelompok usaha Indonesia yang bergerak antara lain di sektor pertambangan. Keterhubungan tersebut menjadi landasan untuk menjajaki penerapan teknologi robotik yang relevan dengan kebutuhan industri di dalam negeri.
Dalam dokumentasi kunjungan, Abdul bersama tim meninjau sejumlah robot dan contoh penerapannya, termasuk sistem untuk industri baja serta inspeksi infrastruktur. Kunjungan ini memberikan kesempatan untuk mempelajari bagaimana perangkat robotik dapat dipadukan dengan sensor dan kecerdasan buatan guna mendukung kegiatan operasional.
Rencana membawa solusi robotik ke Indonesia diarahkan pada penerapan yang sesuai dengan kondisi lapangan. Penjajakan tersebut memerlukan pemetaan kebutuhan, penyesuaian teknologi, serta kesiapan sumber daya manusia untuk mengoperasikan dan merawat perangkat.
Sebagai putra Gorontalo yang berkiprah di lingkungan bisnis internasional, Abdul berharap keterlibatannya dapat membuka jalan bagi pemanfaatan teknologi robotik yang lebih luas di Indonesia, sekaligus menghubungkan perkembangan teknologi global dengan kebutuhan industri nasional. (*)