PEMKOT - Dampak kabut asap yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi beberapa waktu lalu masih menjadi perhatian, terutama karena risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat, termasuk anak-anak.
Untuk mengurangi risiko paparan asap, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo membagikan 750 masker kepada pelajar.
Aksi tersebut dilaksanakan pada Rabu (21/10/2026) dengan menyasar siswa SMP Negeri 1 Gorontalo dan SMP Negeri 10 Gorontalo.
Kepala BPBD Kota Gorontalo, Hendry Ticoalu, mengatakan pembagian masker tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap yang masih dirasakan di wilayah Gorontalo.
"Sebanyak 750 masker dibagikan sebagai langkah melindungi para siswa dari dampak kabut asap dan paparan partikel pencemar di udara," ungkap Hendry.
Upaya ini dilakukan di tengah memburuknya kualitas udara di Kota Gorontalo dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak.
Data pemantauan kualitas udara yang dipublikasikan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo juga mencatat indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Kota Gorontalo mencapai 117.
Angka tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak dan lansia.(*)